Upaya menanamkan nilai dan budaya bersih seyogyanya mulai dilakukan dari tingkatan terkecil KELUARGA. Dari keluarga-keluarga yang terbiasa hidup dengan lingkungan bersih akan bermuara pada lingkungan sekitar (Rukun Tetangga) yang bersih. Lingkungan RT-RT yang bersih akan berujung pada Kelurahan yang bersih. Demikian seterusnya hingga ke tingkatan lebih tinggi. Namun demikian, ajaran tentang kebersihan tersebut ternyata tidak semua mudah diimplementasikan. Boleh jadi satu atau beberapa keluarga mulai menerapkannya, sementara yang lain menjadikannya tidak lebih dari sekadar "tontonan" saja. Hal inilah yang sering terlihat di Kota kita tercinta ini. Bahkan sejumlah aparat Pemda yang turun langsung melakukan aksi bersih-bersih jalan atau pasar dengan maksud merangsang aksi serupa oleh warga kota, seringkali tidak mendapat respon yang diharapkan dari warga sekitar.
Pergeseran nilai-nilai dan budaya bersih-bersih lingkungan demikianlah yang saat ini menghinggapi kita. Berbagai upaya telah dilakukan Pemda baik oleh Dinas terkait maupun kecamatan dan kelurahan. Salah satu upaya yang diharapkan dapat mendorong aksi bersih-bersih warga adalah dengan melaksanakan strategi kompetisi yaitu dengan cara memberikan "rewards" kepada lingkungan RT yang dianggap terbersih. Untuk itu, Kecamatan Banjarmasin Barat pada bulan Mei 2014 ini melaksanakan kegiatan lomba bersih-bersih lingkungan RT yang terbagi dalam 3 kategori kawasan, yaitu kawasan alamiah, kawasan terencana, dan kawasan tepian sungai, termasuk petugas kebersihannya. Sebanyak 18 RT dan 3 petugas kebersihan telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut. Penilaian dilakukan oleh tim lintas sektoral tingkat kecamatan. Bagi pemenang masing-masing kategori akan mengikuti penilaian pada tingkat kota untuk memperebutkan gelar Kawasan Terbersih Kota Banjarmasin.
Namun, lebih dari itu semua. Setelah beberapa tahun even seperti ini digelar, alangkah baiknya jika dilakukan evaluasi oleh Pemko, tentang sejauhmana kegiatan tersebut benar-benar memberikan dampak (outcome) yang dikehendaki untuk menumbuhkan budaya hidup bersih warga kota. Jika ternyata tidak berdampak banyak, perlu kembali dipikirkan strategi alternatif yang dinilai lebih baik sehingga tidak sekedar kegiatan rutin yang tak berujung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar